Iklan

Sosialisasi Massal Stunting-Gizi Buruk, Bupati Kukar Tekankan Perlunya Inovasi untuk Mengatasinya

GoSehat
, Kamis, November 14, 2019 WIB


Gosehat.id - Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah membuka sosoalisasi massal pengenalan, pencegahan dan penanganan Stunting serta Gizi Anak tahun 2019, di Lapangan Tenis DPRD Kukar di Tenggarong, Selasa (12/11/2019).

Edi mengatakan, berbagai upaya sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten dan kecamatan untuk menghilangkan stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Hal ini harus menjadi motivasi bagi kita semua mulai tingkat RT, kelurahan / desa, kecamatan dan kabupaten untuk terus melakukan kegiatan inovasi yang dapat memperbaiki status gizi masyarakat, menekan stunting dan gizi buruk.

Dikatakannya, arah kebijakan pemerintah dalam kurun waktu lima tahun 2020 – 2024, diprioritaskan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Salah satu isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait membangun SDM yang berkualitas, yaitu stunting.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita dari kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir, tetapi baru nampak setelah anak berusia dua tahun.

Pemerintah secara nasional dalam kurun waktu lima tahun berhasil menurunkan angka stunting hampir 10 %. Namun demikian, masih perlu upaya keras dan cerdas untuk menurunkan angka stunting tersebut.

Diakui Edi, di Kukar masih terdapat stunting dan gizi buruk pada balitanya.

Dikatakannya, kecamatan Tenggarong menjadi salah satu kecamatan yang memberikan kontribusi positif dalam tingginya angka stunting dan gizi buruk di Kukar.

Edi mengapresiasi apa yang telah di lakukan oleh Camat Tenggarong beserta jajarannya karena sudah sangat peduli dengan permasalahan kesehatan khususnya masalah stunting, gizi buruk dan gizi pada balita.

Kedepan ia berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan lebih fokus, terarah dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, karena permasalahan kesehatan khususnya stunting, gizi buruk sangat kompleks sehingga untuk menyelesaikannya juga harus melibatkan seluruh stakeholder.

Camat Tenggarong Arfan Boma (baju putih) dalam acara sosoalisasi massal pengenalan, pencegahan dan penanganan Stunting serta Gizi Anak tahun 2019 di Lapangan Tenis DPRD Kukar di Tenggarong, Selasa (12/11/2019).

Sementera itu, Camat Tenggarong Arfan Boma mengatakan salah satu upaya pencegahan dini atau preventif terjadinya stunting dan gizi buruk pada balita, yaitu dengan memberikan ilmu pengetahuan kepada seluruh peserta yang mempunyai peran dikelurahan dan desa untuk menggerakkan masyarakat atau sasaran dalam upaya perbaikan status gizi.



Komentar

Tampilkan

Terkini